Untuk Suami Yang Istrinya Baru Saja Melahirkan

Thursday, September 28, 2017


menjadi ibu baru, mengatasi baby blues, stress setelah melahirkan, peran suamidalam baby blues, menghadapi ibu terkena baby blues


Keinginan dari setiap pasangan yang telah menikah adalah menjadi orang tua. Beruntunglah bagi mereka yang tidak lama setelah menikah langsung diberi kepercayaan untuk menjadi orang tua. Kebahagiaan melihat garis dua pada testpack tentu nggak akan tertanding oleh apapun. 

Itulah yang aku rasakan beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah aku nggak harus menunggu lama untuk melihat garis dua pada testpack. 
Kehamilan pertamaku nggak semulus yang dibayangkan. Nggak pernah aku kira kalau kehamilan itu akan terasa sangat sulit dilewati. Masa tersulit saat itu adalah melewati trimester pertama. Mungkin ini juga yang dirasakan oleh kebanyakan ibu hamil lainnya. Rasa mual yang begitu hebat disaat rasa lapar menghampiri. Dan ketika diisi, perut sepertinya menolak dan memuntahkan segala isinya. 

Bukan hanya di trimester pertama, masa 9 bulan adalah masa perjuangan bagi seorang ibu hamil. Perjuangan untuk mengatasi rasa tidak nyaman, perjuangan untuk selalu tenang dan tidak dihantui rasa khawatir berlebihan akan kondisi janin. Belum lagi perjuangan ketika saat melahirkan tiba. Perjuangan antara hidup dan mati.

Perjuangan nggak hanya berhenti sampai saat melahirkan dilewati. Setelah bayi keluar, tentu masih ada perjuangan panjang yang harus kita lalui. Perjuangan yang sesungguhnya.


Menurut aku, masa-masa di Rumah Sakit sesaat setelah melahirkan adalah masa-masa paling nyaman bagi aku yang saat itu baru saja menjadi ibu baru dari anak pertamaku. Terlepas dari rasa nyeri pada perut yang baru saja dioperasi, bantuan para suster yang siap siaga selama 24 jam membuat aku nyaman sekali. Disaat aku kebingungan menghadapi bayi yang terus-terusan menangis, aku cukup memencet bel dan sesaat kemudian suster datang membantu. 

Terus terang, ketika tiba saatnya aku pulang ke rumah, kekhawatiran aku mulai memuncak. Aku langsung kebayang bagaimana aku harus menghadapi makhluk kecil ini di rumah nanti. Bagaimana aku, yang belum tau apa-apa mengenai bayi ini, harus melanjutkan hidup sebagai ibu baru di rumah nanti karena sudah pasti nggak akan ada lagi suster yang siap membantu. Aku harus belajar sendiri segala sesuatu mengenai dunia bayi. Banyak hal yang berubah ketika aku menjadi seorang ibu baru. Rasa stress menghadapi bayi dan rasa sensitif akan berbagai hal.

Aku dan ibu baru lain di luar sana sangat membutuhkan "support system" yang kuat supaya tidak mengalami baby blues. Suami adalah support system terdekat kami. Tapi sayangnya, terkadang para suami nggak paham bagaimana harus bersikap. Jadi, untuk para suami yang istrinya baru saja melahirkan, hal-hal ini harus kalian ketahui.

1. Aku tidak menarik

Masa kehamilan selama 9 bulan membawa perubahan besar pada tubuh kami. Perut yang menggelambir, stretch mark dimana-mana, berat badan yang belum kembali normal, muka jerawatan karena selama hamil tidak pernah menggunakan krim perawatan muka, dan banyak lagi hal lain yang berubah di dalam tubuh kami yang kadang membuat kami merasa kami nggak menarik.

Para suami, disini kalian hanya perlu untuk sering memuji supaya kami merasa kami masih menarik di depan kalian. Hal simpel ini sangat berarti bagi kami.

Jika tiba-tiba ada pertanyaan "Pa, badan aku sekarang nggak oke ya?", kalian cukup memberikan sugesti positif jika berat badan kami akan kembali normal dengan seiring berjalannya waktu. (meskipun kadang kami pun pesimis untuk bisa mengembalikan berat badan kami. Hahahaha).

2. Aku takut

Percayalah, kalau peran menjadi ibu baru bukanlah hal yang mudah. Kami benar-benar harus belajar dari nol. Meskipun sudah banyak sekali buku mengenai bayi yang khatam kami baca, tapi seringkali kenyataan nggak semudah yang ada dalam buku-buku panduan.
Kami akan lebih sensitif berkali kali lipat. Ketika banyak bantuan dari sekeliling dalam mengurus bayi, kami justru akan menganggapnya sebagai bentuk ketidakpercayaan orang lain terhadap kami "si ibu baru". Dan banyaknya mitos atau pendapat yang berbeda mengenai hal mengurus bayi, membuat kami stress.

"My kid is my rules". Kamilah yang paling tau apa yang terbaik untuk anak kami. Karena insting Ibu akan lebih kuat. Jadi para suami, tolong support kami agar kami merasa jauh lebih percaya diri. Kami yakin kami akan dapat melewati semuanya dengan kehadiran kalian setiap saat di samping kami, kepercayaan kalian terhadap kami dalam mengurus bayi sangatlah kami butuhkan.

3. Kami menjadi defensif

Ok. Menjadi ibu baru itu artinya harus siap dengan pendapat dan komentar orang-orang diluar sana yang kadang membuat gerah. Komentar mengenai pemberian ASI, komentar mengenai cara menyusui, komentar mengenai pengalaman orang lain yang dirasa lebih berpengalaman, komentar mengenai kita yang harus kembali bekerja, dan banyak hal lainnya yang membuat kami lebih defensif untuk menerima segala komentar atau pendapat. 
Jadi para suami, ketika istri kalian menjadi defensif, kalian sebisa mungkin memberikan pengertian kepada kami jika pendapat atau komentar yang disampaikan oleh orang-orang diluar sana bukan untuk maksud menyudutkan kami sebagai ibu baru. Yang perlu kalian ingat, jangan berkomentar ketika kami masih emosi menanggapi segala bentuk pendapat atau komentar orang lain ya. Karena itu akan membuat kami semakin emosi.

4. Kamu yang salah!!!

Mata panda karena kurang tidur adalah hal umum yang dialami oleh semua ibu baru. Penyebabnya? ya tentu bayi mungil yang sedang dalam tahap adaptasi. Bayi rewel semaleman, bayi yang tiba-tiba "ON" di tengah malam karena kebanyakan tidur di siang hari, bayi yang selalu minta minta nenen atau minta susu, atau ketika bayi sedang kurang sehat. 

Kurang tidur membuat tingkat emosi kami semakin tinggi. Jadi para suami, kalian harus siap menjadi tempat pelampisan emosi kami. Karena kami nggak akan mungkin bisa melampiaskannya kepada bayi kami. Sabar ya para suami. Wkwkwkwkw

5. Kami butuh me time

Semua ibu merasa yakin kalau mereka mampu melakukan semua hal untuk menjalani peran sebagai seorang ibu yang baik.  Namun terkadang, kami tidak menyadari jika sebenarnya kami sudah sampai pada batas akhir kemampuan. Dan hal ini bisa memicu emosi kami.

Jadi para suami, berikanlah kami waktu untuk me time. Sekedar meregangkan otot-otot di depan tv sambil menikmati minuman dan makanan tanpa gangguan dari tangisan bayi. Para suami, tolong sekali-kali meng-handle seluruh urusan bayi sementara kami berleha-leha sejenak. 
6.Tawarkan bantuan secara sukarela

Para suami, kami senang sekali loh kalau kalian dengan sukarela menawarkan bantuan dalam mengurus bayi tanpa harus kami "teriaki" dulu. 

***

Kira-kira, ada hal lain yang perlu ditambahkan di dalam list di atas nggak? atau ada komentar dari para suami di luar sana?

You Might Also Like

43 comments

  1. Aku blm jadi ibu, jdi blm merasakan bagaimana perjuangan hamil dan melahirkan. Ini sharing yang pass banget mba, curhat, yang hampir semua ibu rasakan. Ahh semoga nanti dapat suami yg ngerti saat istrinya hamil dan menjadi suami siaga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Kayanya sih skrg para suami udah mau turun andil dlm mengurus bayi baru lahir.

      Delete
  2. memberikanlah kami waktu untuk me time kayaknya ini yang harus diperhatikan dari suami. Dulu pas baru melahirkan, istri sering telihat rempong sih mengurus anak dan seisi rumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rempong banget mas. Trus mas bantuin gaakk? Hihi

      Delete
  3. Aku belum menikah dan melahirkan, tapi baca cerita melahirkan dan merawat bayi selalu menarik. Thanks for sharing yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua yg berhubungan dgn bayi, pasti selalu menarik ya..

      Delete
  4. Minggu lalu aku dan calon suami duduk berdua, ngomongin hal - hal kayak begini. Karena menurutku, 'pemakluman' itu nggak bisa dateng gitu aja. Kudu diwanti - wanti dari jauh hari sebelumnya. Makanya mulai dari sekarang aku ngasih tau kalau nanti bakalan ini itu ini itu. Semoga seluruh suami dan istri saling paham posisi dan kondisi pasangannya masing - masing ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku dulu gak kepikiran loh mba ngebahas hal kaya gini sama calon suami. Bener banget ya, harus memang di komunikasikan di awal supaya nantinya gak bete2an.

      Delete
  5. what a great thought. Terimakasih udah berbagi "ungkapam hati"-nya. Pelajaran berharga untuk para calon suami/bapak (kek akooooh) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inget2 ya mas klo nanti jadi suami/bapak :D

      Delete
  6. Iya banget si itu semuanya. Pertolongan pertama emang kepada suami yahhh. Btw, konon suami milenial itu lbh may turun tangan ketimbang suami jaman dulu. (((suami jaman duluuuu))) Dan kebukti si. Makin ke sini, aku liat temen2ku yang seumuran bener-bener bahu membahu punyà anak. Biasanya Kan urusan emaklah pokoknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya suamiku adl suami jaman dulu. Hahahaha...
      Iyaaa aku juga skrg ngeliatnya gitu. Suami2 jaman sekarang udh mulai bahu membahu ngurus anak.

      Delete
  7. urusan rumah tangga perlu dukungan suami supaya beban istri berkurang dan bisa punya me time berkualitas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuuullll. Me time kayanya jd waktu yang sangat berharga deh klo udh jadi emak2

      Delete
  8. aq juga gitu, biasanya klo udah lelah n strees suami ku yg jadi pelampiasan hihihi. suamiku harus banyak2 sabar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo gak ke suami, ke siapa lagi ya mba.....

      Delete
  9. Nah! Wajib baca bagi yg istrinya baru melahirkan!

    ReplyDelete
  10. Mbak Wiaaaaan! Sama bangeeeet! Itu juga lima hal yang aku rasakan saat baru saja melahirkan. Alhamdulillah komunikasi sama mas suami baik jadi beliau mengerti dan mau berbagi tugas menjaga si baby. Buat para ayah dan calon ayah wajib banget nih baca postingan ini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kunci sbnrnya komunikasi ya mba. Tapi klo udah kadung bete duluan, aku males mulai komunikasinya.

      Delete
  11. Ahhh ini mewakili hati aku banget, kadang ya salah satu alasan yg membuat istri belum mau nambah anak lagi yaa salah satunya dari perlakuan suami. Hihihi.

    Aku share ke paksu ahh 😋

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan beberapa temen aku yg belum mau nambah anak, bisa jadi krn suami ya..

      Delete
  12. Setuju mba Wian, para istri yang baru melahirkan memiliki emosi yang kompleks, sehingga suami harus bisa bekerja sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emosi ibu yg baru melahirkan, seperti jet coaster

      Delete
  13. Setuju. Dulu ya saat aku lahiran suami yg selalu bikin tenang, ngajakin ketawa. Dan yg bikin nangis, karena suami mau ngurus aku mba dan bantu aku setelah sesar. Dia ga jijik obatin. Suami memang petung tahu hal-hal begini.

    ReplyDelete
  14. Bener banget mbak, pas anak pertama lahir dulu saya sempat baby blues gegara kurangnya support system dr suami. suruh gantian jaga anak, dia ngeluh nagntuk mulu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ibu baru melahirkan memang rentan bany blues ya mba. Apalagi anak pertama.

      Delete
  15. pesannya gini aja, buatnya berdua ngurusnya juga berdua.. istri abis ngelahiri ya terima apa adanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jgn mau enaknya pas bikin aja ya mas

      Delete
  16. aku merasakan banget emosi dan psikis setelah melahirkan itu gmn apalagi klo yg masi tinggal ma mertua pala rasanya juga pening krn bnyk banget aturan sampe2 emosi memuncak dan dg suami lah kitabbisa berbagi makanya suami perlu ngertiin kondisi istri stlh lahiran 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya jadi suami kudu sabar ya mba. Sabar jadi sasaran empuk istrinya.

      Delete
  17. Iya mba sama persis ma aku, masa2 abis lahiran selama msh di rmh sakit menyenangkan, segala dilayani termasuk makannnya enak2. Tp bgtu pulang ke rmh semua hrs dikerjain sendiri,krn jauh dr org tua. Perasaan campur aduk ya mba, tp alhamdulillahnya suamiku ngerti dan bantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal yg paling menakutkan saat itu adalah pulang ke rumah

      Delete
  18. InsyaAllah sabar, seperti para ibu yang sabar selama 9 bulan mengalami perjuangan hebat.

    ReplyDelete
  19. para suami harus baca ini nih hihihi.. kadang mereka juga suka clueless sih setelah kita melahirkan, istri jg harus ngejelasin & ngasih petunjuk biar suami bisa support lebih maksimal :) intinya emang komunikasi & ngga bisa egois kl dah pny anak, kan bikinnya berdua, masa ngurusnya cuman istri sendiri :D suami hrs ikut tanggun jawab dong :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama aja kaya kita ya mba. Gak tau hrs ngapain saat setelah melahirkan. Apalagi anak pertama. Suami juga pasti bingung harus ngapain. Kuncinya komunikasi ya mba.

      Delete
  20. Alhamdulillah suami aku berusaha menanyakan apa yang aku mau tp alhamdulillah juga aku selama hamil hingga melahirkan gak ngidam minta aneh-aneh cukup dibolehin makeup dirumah aja udah seneng hahaha....

    ReplyDelete
  21. Ngga gampang emang membuat para suami mau ngerti dengan kondisi istri yang baru melahirkan, apalagi kalau karakter suami itu cuek banget. Padahal abis melahirkan itu kondisi yang rawan banget buat istri terkena baby blues. Duh, kalau ngga bisa ngertiin, bisa stress sendiri deh si ibu

    ReplyDelete
  22. jadi inget masa2 awal pernikahan dan hamil anak pertama..

    ReplyDelete
  23. setuju mbak, para suami harus lebih siaga lagi terutama saat bayi lahir :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete.

Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tweet

iBlogmarket

IBX59815A3F85DAF

Instagram

Followers

Back to Top