Lakukan Hal Ini Jika Ingin Menjadikan Anak Juara Hebat Kebaikan

Kamis, Juni 22, 2017


grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
 

Orang tua mana sih yang nggak ingin anaknya hebat. Pada hari dimana periode pengambilan raport, media sosial ramai dengan postingan raport anak yang diunggah oleh orang tua mereka. Atau ketika masa UTS (Ujian Tengah Semester), media sosial juga ramai dengan postingan nilai UTS yang mencapai nilai 100. Apakah definisi anak hebat hanya dilihat dari nilai akademis anak? Faktor apa lagi yang mendukung untuk menjadi anak hebat?

Baca terus sampai akhir ya ;)

Hari sabtu tanggal 17 Juni lalu, aku berkesempatan hadir dalam acara Buka Puasa Bersama Bebelac "Juara Hebat Kebaikan" yang bertempat di Patio Trattoria & Pizzeria.

grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat

Salah satu acara yang paling ditunggu adalah talkshow yang disampaikan oleh psikolog Roslina Verauli dan Binky Paramitha, psikolog dari Rumah Dandelion. Menurut aku, talkshow ini sangat bermanfaat bagi kami para ibu muda *uhuk* yang saat itu hadir dengan membawa buah hati.

grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Talkshow oleh psikolog Roslina Verauli dan Binky Paramitha, psikolog dari Rumah Dandelion

Selain talkshow yang sangat bermafaat bagi kami para ibu, Bebelac juga mengundang teman-teman dari Rumah Yatim. Dari situ, kita bisa langsung mengajarkan kepada anak tentang nilai kebaikan. Anak diberikan 2 set buku mewarnai beserta pinsil warnanya dan anak diminta untuk memberikan 1 set kepada teman-teman dari Rumah Yatim.  

grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Teman-teman dari Rumah Yatim dan Sanggar Kak Yuli sedang berbagi cerita tentang hal kebaikan yang pernah mereka lakukan

grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Dasha belajar berbagi dengan teman-teman dari Rumah Yatim

Untuk menunggu waktu berbuka puasa, kita disuguhkan penampilan teman-teman dari Sanggar Kak Yuli. Mereka menari dan bernyanyi.

grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Teman-teman dari Sanggar Kak Yuli


***

Anak hebat adalah anak yang memiliki kecerdasan intelektual/ IQ (cepat tanggap) dan kecerdasan emosional/ EQ (kebaikan hati).

Nilai kebaikan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak agar kecerdasan emosi mereka semakin terasah dan tumbuh menjadi anak dengan kepribadian yang kuat. Banyak manfaat yang didapat jika anak-anak memiliki kemampuan berbuat baik sejak kecil, diantaranya :

  1. Percaya DiriDengan memiliki kemampuan berbuat baik yang sudah tertanam dalam diri anak sejak kecil, kelak ia akan mampu berinteraksi dalam cara-cara yang positif.
  2. Adaptif Terhadap Lingkungan. Anak yang memiliki kemampuan berbuat baik sejak dini, cenderung tidak agresif. Sehingga ia mampu dengan mudah menyesuaikan diri terhadap keadaan.
  3. Mampu Berkolaborasi. Terbiasa melakukan hal-hal baik sejak kecil juga akan membuat mereka mudah bekerjasama (kooperatif) dengan orang lain.
Hal-hal tersebut merupakan modal dasar bagi mereka untuk nantinya membangun pertemanan dan hubungan dengan orang-orang disekitarnya.
Dari sini kita sudah bisa sedikit menarik kesimpulan jika anak hebat nggak hanya mengandalkan IQ tinggi semata. Lebih lanjut, Mba Verauli menyampaikan bahwa anak dengan kompetensi emosional dan sosial atau senang berbuat baik pada orang lain biasanya cenderung memiliki performa akademis yang lebih baik di sekolah, bahkan diperkirakan lebih disukai teman-temannya.

Keseimbangan antara IQ dan EQ serta adanya Dukungan Sosial, akan menghasilkan anak hebat.

Lalu, bagaimana peran kita sebagai orang tua dalam menstimulasi EQ mereka? Dan dukungan sosial seperti apa yang dibutuhkan anak? 

Kita sebagai ibu memiliki peran penting dalam menstimulasi dan menjalin kedekatan emosional dengan anak agar mereka memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menampilkan kebaikan pada orang sekitarnya.

Cara ini bisa dilakukan (dan menjadi catatan penting) bagi para orang tua dalam melakukan stimulasi :

1. Jangan Bandingkan Anak

Ini kunci utama yang perlu diingat oleh para orang tua. Jangan pernah sekali-kali membandingkan anak dengan anak lain. Karena setiap usia anak memiliki perkembangan yang berbeda dan setiap anak akan cerdas sesuai usianya. Sebagai contoh, anak dengan usia 2 - 7 tahun biasanya :
  • Egosentris (Berpusat pada diri sendiri)
  • Perkembangan logika belum sepurna
  • Anak fokus pada satu hal saja
  • perkembangan bahasa meningkatkan dan mulai memahami simbol

2. Menjadi Role Model

Mengajarkan dan menumbuhkan nilai kebaikan sejak dini dapat dimulai dengan hal kecil. Namun perlu diingat, hal kecil ini mungkin kadang luput dari perhatian. Untuk itu, kita sebagai orang tua dapat menjadi role model bagi anak. Dengan melihat apa yang kita lakukan setiap hari, maka anak akan mencontohnya. 

Sebagai contoh, setiap ayah pulang kantor, kita (ibu) menyambut ayah dengan mencium tangan. Lambat laun, anak insyaAllah akan meniru apa yang kita lakukan dan tanpa sadar akan menjadi habbit positif bagi anak.

3. Melibatkan Anak Dalam Pekerjaan Rumah Tangga

Biasanya mereka senang sekali melakukan sesuatu sama dengan apa yang kita lakukan. Misalnya, anak-anakku paling senang jika ikut mencuci piring (meski kadang malah justru jadi lebih berantakan), atau mereka akan senang sekali jika diminta bantuan untuk sekedar mengaduk-aduk jelly yang hendak dibuat, dan sebagainya. Dengan membiarkannya terlibat dalam pekerjaan rumah tangga, mereka akan merasa dihargai atas apa yang mereka lakukan (meskipun belum sempurna). Untuk saat ini mungkin mereka melakukannya untuk membantu kita, tapi kelak suatu saat mereka akan melakukan hal-hal kecil tadi untuk kebutuhan mereka. Ketika mereka mampu melakukan hal kecil untuk dirinya sendiri, maka ia akan mampu melakukan hal besar untuk orang lain.


grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Anel membantu mencuci piring


grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Membantu Akung membuat botok


4. Libatkan Seluruh Keluarga

Untuk lebih menanamkan nilai kebaikan sejak dini, perlu dukungan dari seluruh keluarga. Karena anak tidak hanya berinteraksi dengan kita kedua orang tuanya. Tapi juga berinteraksi dengan kakak/adik, nenek, kakek, dan pengasuh. Maka akan lebih efektif jika nilai-nilai kebaikan juga diajarkan oleh mereka. Jangan sampai ada perbedaan nilai yang coba disampaikan kepada anak. Contoh, orang tua mengajarkan anak untuk merapihkan mainan setelah selesai dimainkan. Sementara kakek/ nenek justru menyuruh pengasuh untuk merapihkan mainan yang sudah selesai dimainkan.


5. Konsisten

Sebagai orang tua (ayah dan ibu) juga harus konsisten dalam menanmkan nilai-nilai kebaikan sejak dini. "Jangan kasih kendor" gitu mungkin ya perumpamaannya. Hehehe.. Sekali kita mengajarkan anak tentang nilai kebaikan A, maka ya A itu yang harus dilakukan. No excuse.

6. Beri Kesempatan

Berikan ruang untuk anak melakukan kebaikan sesuai inisiatifnya. Jangan sampai anak merasa perilaku kebaikan yang muncul atas inisiatifnya di"ciut"kan oleh orang tua. Hindari statement "Ngapain sih pake begitu segala?" "Nggak usah lah!". Karena menurut aku, statement-statement itu yang tanpa sadar akan menjatuhkan semangat anak dalam berinisiatif melakukan kebaikan.


grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Mencuci sepeda sendiri tanpa di suruh


7. Lakukan Pendampingan

Bantu anak ketika melakukan kesulitan dan meminta bantuan untuk melakukan kebaikan. Contoh, anak ingin mengundang pak satpam berbuka puasa di rumah, namun anak belum mengerti cara mengundnag pak satpam seperti apa. Maka kita bisa membantu mereka untuk menulis undangan atau menyampaikan secara langsung undangan anak kepada pak satpam.

8. Berikan Apresiasi

Berikan apresiasi atas setiap perbuatan baik yang dilakukan anak meskipun mungkin hasilnya tidak sesuai harapan. Berikan pujian ketika mereka membantu kita atau melakukan hal kebaikan. Pun ketika mereka mengalami kegagalan. Apresiasi bisa dalam bentuk verbal (pujian) atau non verbal (pelukan, acungan jempol). Pemberian apresiasi ini akan membuat mereka semakin termotivasi dari dalam diri untuk melakukan perbuatan baik setiap hari.


9. Berikan Nutrisi yang Tepat

Nutrisi yang tepat sesuai dengan masa tumbuh kembang anak merupakan faktor pendukung perkembangan kecerdasan intelektual dan emosional anak. Karena dnegan nutrisi yang optimal maka anak-anak akan mampu menyerap pembelajaran dan beradaptasi terhadap lingkungan. Nutrisi yang baik adalah yang mengandung minyak ikan, asam linoleat serta vitamin dan mineral, dimana semuanya bisa didapat dari menu makanan yang seimbang dan susu.


grow them great, juara hebat kebaikan, bebelac, stimulasi EQ, pentingnya EQ, IQ, anak juara, anak hebat
Nutrisi yang tepat merupakan faktor pendukung perkembangan kecerdasan intelektual dan emosional anak


***

Melihat pentingnya stimulasi dalam menumbuhkan keseimbangan kecerdasan intelektual dan emosi anak, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kebaikan untuk membentuk karakter anak yang hebat, Bebelac mengadakan kegiatan "Juara Hebat Kebaikan" untuk menginspirasi para orang tua dalam melakukan kegiatan positif bersama anak. Dengan berpartisipasi dalam Juara Hebat Kebaikan, dari setiap 1 anak yang melakukan aksi hebat kebaikan maka akan ada 1 donasi yang diberikan untuk Rumah Yatim.


Kita juga bisa loh ikut berpartisipasi dalam Kegiatan Juara Hebat Kebaikan. Caranya kirimkan foto atau video dan cerita aksi hebat kebaikan buah hati ke www.bebeclub.co.id/juarahebatkebaikan. Masih ada waktu sampai dengan 30 Juni 2017 nih. Yuk ikutan.......

***

Jadilah inspirasi untuk terus menanamkan pentingnya melakukan kebaikan pada anak sejak dini dan jadikan anak Juara Hebat Kebaikan.


You Might Also Like

28 comments

  1. Wah si kk pintar yah bangga jadi orangtuanya

    BalasHapus
  2. Oh jadi IQ dan EQ harua berimbang ya, tapi kadang kebanyakan Ibu masih belum terlalu paham. Terima kasih sharingnya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan ortu lebih mengedepankan IQ mba. Pokoknya IQ tinggi is the best lah

      Hapus
  3. Rupanya bermanfaat banget nih mba..acaranya seru yaa..

    BalasHapus
  4. soal percaya diri, banyak banget mba anak yang percaya dirinya over jadi kebawa sampe dewasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak oke juga ya klo terlampau percaya diri

      Hapus
  5. eh gagal fokus, kok mbak mirip banget sama model di sebelahnya, hihi kirain kembarannya taunya Sheeren Sungkar. Di rumah aku sudah melakukan disiplin saling membantu antar saudara dan orangtua mbak, memang terasa sekali efek baiknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaahh mba lia bisa aja.
      Aku juga mba di rumah udah mulai ngajarin krucils untuk saling membantu.

      Hapus
  6. Wah kece banget nih acaranyaaa. tipsnya juga bermanfaat sekaliii. Makasi sharingnya mbak Wiaaann

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masamamba Diaaannn.... hehe nama kita serupa tapi tak sama

      Hapus
  7. Klo abis baca buku Parenting atau event parenting pasti aja ada yg jadi PR hihii...pinter ya bantuin akung bikin botok.
    Mba Wian mdh2an kita bisa ktmu lg ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan buku parenting yang dibaca dan acara parenting yang diikuti, semakin banyak PRnya. Huaaaa

      Iya Mba, semoga bisa bersua di event yang lain ya..

      Hapus
  8. Tipsnya keceee dan bermanfaat. Acaranya keren. Thanks for shariiing. ^___^

    BalasHapus
  9. Baca artikel ini jadi terasa ingin menangis, Dulu saya nilai UTS ada yang 100, tapi tidak merasa bangga. Saya mengalami susah adaptasi, berkerjasama dengan tim dan kurang percaya diri. Jadi saya hanya hebat dikertas saja.

    BalasHapus
  10. mak tipsnya oke nih, bagus untuk diterapin ke anak

    btw akungnya keren bisa bikin botok, makanan enak nan sehat ituhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akungnya spesialis bikin botok Mba. Aku sama Yangti aja kalah rasanya klo buat.

      Hapus
  11. Good semoaga para orang tua di negri ini, dapat mengaplikasikanya pada realitas kehidupan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya Mba. Akupun maish terus belajar

      Hapus
  12. Kk pintar sudah bisa membantu, Suka dgn tipsnya mba

    BalasHapus
  13. Acaranya menarik, sepertinya harus diperbanyak even-even seperti ini, Saya tertarik dengan role Model, memang anak adalah aktor pecontoh yang paling hebat, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencotoh prilaku orang sekitarnya termasuk orang tua, nah ini tentu menjadi peluang bagi orang tua, untuk selalu memberikan contoh yang baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. PR besar bagi orang tuanya. Karena harus selalu menjaga sikap dan lisan.

      Hapus
  14. membanding2in anak agak susah ya, kadang dilakukan oleh orang lain misal tetangga di bandingin sama anaknya. paling sediih klo gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho oh aku juga paling bete klo udah kaya gitu.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu ya.. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup ya. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete ya.

Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tweet

Instagram

Pengikut

Back to Top