Kiat Efektif Membesarkan Anak bagi Ibu Bekerja

Sunday, February 19, 2017

working mom, kiat membesarkan anak, tips membesarkan anak, kiat membesarkan anak bagi ibu bekerja

Sebagian wanita memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak di rumah. Sebagian lagi memilih untuk menjadi ibu bekerja karena tuntutan kehidupan. Sebagian lagi memilih menjadi ibu bekerja karena memang nggak bisa diem aja di rumah. Semua pilihan yang di ambil oleh para wanita tersebut pasti memiliki alasan masing-masing.

Bagi ibu bekerja, menyeimbangkan kehidupan karier dan keluarga bukanlah hal yang mudah. Itu yang aku rasakan dan alami sejauh ini, dan mungkin dirasakan juga oleh ibu bekerja lainnya. Mengingat jam kerja yang monday - friday dan dari pagi hingga petang. Mungkin beda halnya jika pekerjaan yang dijalani adalah freelance dimana kita bisa mengatur waktu sendiri.

Untuk yang memilih sebagai ibu bekerja dimana waktunya sangat terikat, perlu banget deh tips atau kiat efektif membesarkan anak-anak. Alhamdulillah beberapa waktu lalu, instansi tempat aku bekerja mengadakan seminar parenting yang mengulas Kiat-Kiat Efektif Membesarkan Anak bagi Ibu Bekerja. 

Seminar disampaikan oleh Ibu Novita Tandry, seorang psikolog anak dan remaja serta konsultan pendidikan anak dan remaja. Selain seorang psikolog, beliau juga merupakan Managing Director Tumble Tots Indonesia. Untuk yang mau mendengar kiat-kiat lain seputar parenting, bisa juga loh menonton acara Happy Parenting with Novita Tandry yang ditayangkan setiap hari Sabtu jam 09.05-10.00 di Berita Satu New Channel.

Oke, kembali ke topik. Beberapa kiat membesarkan anak bagi ibu bekerja yang disampaikan oleh Ibu Novita Tandry adalah :



Ibu Bekerja Harus Pintar Mencuri Waktu


Misalnya apabila sempat mengantarkan anak ke sekolah sebelum kita berangkat ke kantor, manfaatkan waktu selama di perjalanan. Disitu kita bisa mengobrol banyak hal dengan anak. 

Aku pribadi nggak akan pernah sempat untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah sebelum aku berangkat ke kentor. Jadi aku manfaatkan waktu di pagi hari ketika aku sedang mempersiapkan diri di depan meja rias. Aku sempatkan untuk mengobrol sambil berdandan.


Jika Memungkinkan, Carilah Tempat Kerja yang Ramah Keluarga


Ramah keluarga disini adalah tempat kerja yang memikirkan keadaan keluarga, contohnya : jam kerja yang fleksibel bagi orang tua bekerja khususnya perempuan, memberikan cuti hamil yang ideal, adanya tempat penitipan anak di tempat kerja, dan tidak banyak perjalanan bisnis keluar kota/ negeri.

Untuk aku, jam kerja fleksibel tentu nggak aku dapatkan. Cuti hamil alhamdulillah semua perempuan di tempat aku bekerja memiliki hak cuti bersalin selama 3 bulan. Dan sepertinya hal ini sudah menjadi hal umum di beberapa instansi. Right?? Nahh tempat penitipan anak di tempat kerja bisa jadi solusi yang lumayan menguntungkan nih. Karena dengan begitu, kita bisa terus memantau kegiatan anak. Biasanya kita diberi akses memantau cctv yang bisa dihubungkan langsung dengan komputer yang kita gunakan di kantor. Atau pas jam istirahat makan siang, kita bisa mengunjungi anak-anak di tempat penitipan.


Jadikan Waktu dengan Anak Sebagai Pertemuan yang Berkualitas

Oke, untuk ibu bekerja yang waktunya hampir habis di kantor dan jalan, waktu kebersamaan dengan anak sudah pasti sangat singkat. Untuk itu berusahalah agar tidak membuang sia-sia kesempatan untuk berinteraksi dengan anak, sesingkat apapun itu. Misal : menyapanya ketika kita sampai di rumah, menanyakan kejadian atau pengalaman yang dialami selama kita tinggal, menjadi pendengar yang baik, berikan sentuhan fisik kepada anak seperti mengelus kepalanya, dan sisihkan waktu untuk membimbingnya belajar.

Pengalaman aku, semua hal itu nggak bisa semuanya di lakukan setiap hari. Karena beberapa waktu, anak-anak sudah tertidur ketika aku sampai rumah *sedih*. Tapi jika anak-anak masin "ON" ketika aku sampai rumah, aku pasti langsung melaksanakan hal-hal tadi. Biasanya aku pending mandi dan bersih-bersih badan ketika sampai di rumah. Setelah tugas sekolah selesai, setelah sedikit mengulang pelajaran sekolah selesai, ketika mereka sudah selesai bercerita, aku baru mulai mandi dan bersih-bersih badan dan kemudian ngelonin mereka tidur.

Oya, tips yang juga diberikan oleh Bu Novita adalah berikan waktu khusus untuk masing-masing anak. Kalau biasanya di weekend kita selalu pergi berempat (2 anak, kita dan suami), usahakan untuk pergi berdua saja dengan satu anak. Sehingga anak merasa dihargai dan disitu bisa dijadikan sesi curhat. Perginya juga nggak usah jauh-jauh. Disekitar rumah juga kan pasti banyak mall atau tempat hang out seru kaaan.

Kebayang kan kalau kita pergi berempat, pikiran dan fisik kita pasti terbagi-bagi dengan banyak hal. Entah anak yang satu berulah lah, atau apa lah. Jadi kita nggak bisa fokus dengan satu anak. Lain halnya jika kita bisa pergi berdua. Semua pikiran dan fisik kita 100% tercurah sama satu anak. Waktu weekend bisa dibagi dua, pagi-siang hang out dengan anak pertama, siang-sore hangout dengan anak kedua.


Jalin Komunikasi Yang Baik Dengan Yang Mengurus Anak Kita


Saat bekerja, biasanya kita menitipkan anak kita dengan pengasuh atau nenek. Komunikasi yang baik sangat berpengaruh terhadap kasih sayang sang pengasuh terhadap anak.


Selain Komunikasi Dengan Pengasuh, Tetap Melakukan Pengasuhan Anak Itu Perlu


Penilitian menunjukkan bahwa anak yang bermasalah mayoritas berasal dari keluarga yang kurang mengawasi anaknya. Sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui dimana anaknya, sedang bersama siapa dan berbuat apa.


Karir Perlu, Tapi Keluarga Juga Penting. Jadi Tentukan Prioritas


Sebagai wanita karier, kita sudah seharusnya bisa dengan bijak memisahkan mana pekerjaan paling penting untuk segera diselesaikan. Jangan buang-buang waktu. Segera selesaikan, dan bila ada waktu sisa, maksimalkan untuk keluarga.


Belajar Berkata Tidak, Waktu Lebih Untuk Keluarga Itu Penting

Sering kan tuh ya setelah jam kantor, tawaran untuk hang out dari teman-teman banyak berdatangan. Cobalah berkata tidak untuk ajakan-ajakan tersebut, dan pilihlah waktu lebih untuk keluarga.


Walau Bekerja, Janganlah Menggunakan Uang Sebagai Pengganti Waktu Ataupun Kasih Sayang Kita

Kadang terbersit rasa bersalah akan waktu yang kita habiskan untuk bekerja dan berusaha membayarnya dengan materi. Misal : Anak merengek minta dibelikan mainan yang harganya lumayan mahal, dan kita langsung membelikannya dengan dalih "Kan kita kerja untuk anak. Masa cuma beli mainan aja nggak dibeliin". Sebisa mungkin jauhkan pikiran kita dari hal seperti itu. Bekali anak dengan pemikiran sesuatu yang diperoleh melalui bekerja akan terasa lebih bernilai. Bekerja disini bisa saja hanya hal-hal sepele bagi kita. Misal : selama seminggu anak bisa mandi dan berpakaian sendiri tanpa bantuan pengasuh, atau selama seminggu anak bisa membereskan mainannya setelah mereka selesai bermain. Setelah mereka bisa "bekerja" sesuai dengan kesepakatan awal antara kita dengan anak, barulah anak bisa mendapatkan reward (misal dibelikan mainan).


Sebelum Berangkat Kerja, Persiapkan Segala Sesuatunya

Sebagai ibu bekerja, setiap pagi rasanya bumi gonjang ganjing, karena banyak hal yang harus disiapkan sebelum berangkat ke kantor. Sebisa mungkin siapkan segala sesuatunya dengan menyicil dari malam hari. Sehingga ketika pagi datang, nggak terlalu gonjang ganjing.


Lebih Menghemat Waktu Dalam Urusan Menyiapkan Makanan Untuk Keluarga

Jika memiliki asisten rumah tangga yang jago masak, sepertinya hal ini tidak lagi menjadi isu. Lain halnya jika kita tidak bisa mengandalkan asisten untuk urusan masak. Trik yang biasa aku lakukan, membuat menu selama satu minggu dan belanja sekaligus untuk satu minggu. Jadi ketika harus masak di pagi hari, nggak perlu mikirin lagi harus masak apa. Dan bahan-bahan yang akan diolah, sudah di cuci dan di potong oleh asisten rumah tangga. Aku biasa masak untuk 2x makan, siang dan sore. Untuk sarapan, biasanya ada bantuan kiriman dari eyang. Hehehe..


Orang Tua Harus Kompak Dalam Mendidik Anak


Mendidik anak bukan hanya tanggung jawa ibu atau ayah, tapi tanggung jawab ibu dan ayah. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak-anaknya. Anak akan mudah menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya.

Misal Ibu melarang anak menonton TV dan menyuruhnya mengerjakan PR. Sementara ayah membela anak dengan dalih menonton tv dapat mengurangi stress. Apabila hal ini terjadi, maka anak akan menganggap ibunya jahat dan ayahnya baik. Sehingga setiap kali ibunya membri perintah, anak akan melawan dengan berlindung di balik pembelaan ayahnya. Dan juga kasus sebaliknya.

Untuk itu ibu dan ayah harus kompak dalam mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus mendukungnya. Misal : ketika ibu mendidik anak untuk menghormati kakaknya, dan ayah mengatakan "Kakak juga sih yang mulai duluan buat gara-gara ...".
Idealnya, ayah mendukung pernyataan ibu, "Betul kata ibu, dek. Kakak juga peru kamu sayang dan hormati ...".


Mengajari Anak Mandiri, Sekaligus Membantu Orangtuanya

Anak bisa diajari mandiri dan bisa dimintai bantuannya saat anak mulai berusia sekolah. Misal : Minta anak untuk membatu menyiapkan bekal sekolahnya sendiri, atau minta anak untuk aware terhadap jadwal pelajaran sekolah dan selalu membereskan buku sesuai jadwal pelajaran di sekolah.


Jangan Lupa Me Time

Sebagai ibu bekerja dan ibu rumah tangga, pastilah banyak pekerjaan yang akan menyita waktu. Untuk itu kesehatan merupakan hal mutlak yang perlu dijaga. Makan makanan bergizi dan olahraga akan jadi solusinya. Selain itu, santai sendirian sejenak atau me time juga bisa melepas stres untuk meredam emosi.


Bukan hal mudah memang untuk membagi waktu dan melakukan hal-hal di atas. Tapi setidaknya, kiat-kiat efektif membesarkan anak bagi ibu bekerja yang disebutkan di atas, dapat membantu kita untuk menjadi ibu yang lebih baik.

You Might Also Like

30 comments

  1. Bagi ibu bekerja management waktunya harus terampil bgt agar bisa seimbang segala yg di jalani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba. Inilah part yg kadang bikin snewen

      Delete
  2. Memang butuh bnyak pengorbanan saat harus jd ibu bekerja. Me time juga penting, kalau ini saya juga setuju :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tujuan me time supaya kita gak stress ya mba. Ibu happy, anak2 juga pasti happy :)

      Delete
  3. Keren banget tulisannya, tapi memang Ibu bekerja itu luar biasa, apalagi yang mampu membagi waktu antara karir dan keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kadang masih agak keteteran juga utk urusan bagi waktu. Makanya two tumbs up deh utk yang udah berhasil bagi waktu dengan adil dan sempurna

      Delete
  4. kelak, tips2 yang mba posting diatas bisa aku terapin nanti :')
    suka sama postingannya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an bisa diterapin nanti ya...

      Delete
  5. Tips2nya beneeer banget Mba Wian.. Aku alhamdulillah dpt tempat kerja yg cukup ramah keluarga.. Bisa izin kalau ada apa2.. Jam kerja jg gak sampai malam.. Udah jarang hang out bareng tmn di luar jam kantor.. Yg ngasuh soalnya gak nginap.. :) Tp bersyukur jg aku jd punya waktu yg cukup berkualitas bareng anak2.. Semangat yah Mom.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah banget ya mba dapet tempat kerja yang bisa support kita sebagai ibu. Ak juga jrg hangout stlh jam ktr. Kecuali terpaksa karena acara kntor. Dan itupun biasanya langsung melipir di tengah acara. Hehehe

      Delete
  6. Tulisannya lengkap banget mba. Penting banget bahwa urusan anak bukan hanya ibu saja. Tapi kedua orangtuanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba.
      Setuju!!!!! Kadang beberapa ayah merasa klo tugasnya hanya mencari nafkah tok

      Delete
  7. Aku berhenti kerja pas kelahiran anakku yg pertama,krn jauh dr rmh saudara dan ortu huhu mau titip SM mbak nya GK tega,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku survive ngantor karena alhamdulillah rumah orgtua masih dalam satu komplek. Jadi bisa ngawasin si mbak

      Delete
  8. Menjadi Mama kantoran itu bukan perkara yang mudah juga ya, karena hidupnya diuber waktu, apalagi di pagi hari. Keren, mba, masih sempat memasak. Ini seminarnya bagus banget ya pembicaranya, dari direkturnya Tumble Toots.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus disempetin masak mba. Karena si mbak di rumah gak bisa masak. Pdhl mah pengennya bangun pagi agak santai dan gak perlu masak. Hehehe

      Ho oh beliau direkturnya tumble tots dan punya bbrp day care.

      Delete
  9. Tengkyu tipsnya mbak, kebetulan akhir2 ini sdng berpikir utk kembali ngantor lg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masama mbak. Waaahhh mau balik ngantor ta mba?

      Delete
  10. waktu khusus untuk masing-masing anak gitu perlu diperhatiin ya mak.. hasilnya pasti beda sama pas lagi areng-bareng ya.. jadinya ortu tau masing2 anak secara lebih dalam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh mak, aku juga baru ngeh begitu diinfoin kaya gitu. Selama ini mikirnya, asal ada waktu jalan bareng keluarga, udah cukup lah ya. Ternyata akan lebih efektif klo cuma 4 mata.

      Delete
  11. Keren mba fotonya. Thanks Atas infonya.

    ReplyDelete
  12. Ibu bekerja itu memang harus dituntut untuk multi tasking ya maaak. Aku selalu kagum deh sama para ibu bekerjaaa <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya semua wanita pasti bisa multi tasking deh. Apalagi klo multi taskingnya saat kerja dan ngegosip. Hehehe

      Delete
  13. Iya ya, jangan lupa me time, kadang gempuran rumah sama kerjaan emang bikin pusing, apalagi buatku yang tanpa ART ini. TFS mba tipsnya oke banget :)

    ReplyDelete
  14. Keren lengkap bener tipsnya. Sudah sibuk kerja, masih sempat juga untuk nge blogger ya, mba.. mantabs looh.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngeblognya selama macet dijalan Mba..

      Delete
  15. Manajemen waktu bagi ibu bekerja memang sangat diperlukan. Saya pernah merasakannya, dan saat itu setiap detik terasa sangat berharga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa stress mba klo manajemen waktunya nggak oke.

      Delete

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete.

Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tweet

iBlogmarket

IBX59815A3F85DAF

Instagram

Followers

Back to Top