Yang Harus Dihindari Ketika Memutuskan Menggunakan KB Spiral (IUD)

Sabtu, Januari 28, 2017

KB Spiral, Pasang IUD, Jenis KB, Pil KB, KB suntik, IUD lepas, Rasanya pasang IUD, IUD, Pasang IUD setelah melahirkan
Pic from Google

"Kebobolan" 4,5 tahun yang lalu membuat aku trauma banget. Gimana nggak trauma coba. Planning mempunyai dua anak memang sudah ada di dalam rencana hidup aku. Tapi nggak nyangka kalau akan secepat itu. Planning aku, anak kedua hadir ketika anak pertama usianya kira-kira 4 tahun. Tapi apa yang terjadi? Anak pertama belum genap berusia 2 tahun, ternyata aku hamil. Kebobolan... yup KEBOBOLAN.

Reaksi aku sangat sangat berbeda ketika melihat hasil test pack. Ketika melihat hasil test pack anak pertama, rasanya bahagiaaaa banget. Lain halnya ketika aku melihat hasil test pack anak kedua. Dunia rasanya runtuh. Hehehe oke lebay!! Tapi serius!! rasanya hancur banget. Seketika itu langsung nangis. Bukan nangis bahagia, tapi nangis karena mempertanyakan kenapa jadinya seperti ini. Kenapa ada kehidupan di dalam rahim aku. Kenapa Allah kasih secepat itu.

KB Spiral, Pasang IUD, Jenis KB, Pil KB, KB suntik, IUD lepas, Rasanya pasang IUD, IUD, Pasang IUD setelah melahirkan

Aku ingat betul kejadian itu. Bahkan teman-teman kantor pun sampai ingat kejadian "aneh" itu. Aneh karena aku nangis, nangis yang benar-benar nangis, ketika tahu kalau hasil test pack positif dan hamil. Padahal punya suami. Hahahaha iyaaaa nangisnya tuh kaya perempuan yang hamil tanpa suami. Sediiihhh banget. Sampai terbersit untuk membuangnya (Astaghfirullah).

Saat itu, banyak sekali impian aku yang belum tercapai. Diantaranya :
  • Impian untuk memiliki rumah sendiri sebelum memiliki anak kedua. Mimpinya, anak kedua lahir ketika kami sudah memiliki rumah sendiri, anak-anak memiliki kamarnya sendiri.
  • Impian untuk memiliki karier yang lebih baik.
  • Impian untuk memberikan kasih sayang 100% hanya untuk anak pertama sampai saatnya ia siap berbagi kasih sayang dengan adiknya.
Impian-impian itulah yang membuat aku sedih ketika mengetahui hasil test pack positif.


K.E.B.O.B.O.L.A.N


Semuanya bermula dari sini. 

Setelah melahirkan anak pertama secara caesar, aku sedikit takut tubuh aku "diutak-atik" lagi. Inilah kenapa aku nggak berani untuk memakai KB spiral. Akhirnya setelah masa nifas berakhir, aku memutuskan untuk memakai KB dalam bentuk Pil KB. Dimana pil KB ini harus rutin dikonsumsi setiap hari. SETIAP HARI tanpa terlewat satu haripun. Karena kalau sampai terlewat satu hari, maka siklusnya harus diulang lagi dari hari pertama.

Namanya juga manusia ya... walaupun sudah ditempel di kaca meja rias "Jangan lupa PIL KB", tetep aja kadang ada lupanya. Inilah kenapa akhirnya jadi kebobolan.

Sebelum memutuskan untuk memakai pil KB, aku sempat bingung mau pakai KB yang mana. Sempet juga konsultasi dengan Obgyn, yang akhirnya diputuskan untuk memakai pil KB. Oya, selain memakain pil KB, aku juga menggunakan sistem "buang luar" untuk lebih memastikan keberhasilan pil KBnya. Tapi nyatanya gagal juga.

Jenis-jenis KB :


1. KB suntik

KB jenis ini sistemnya adalah dengan menyuntikkan hormon ke dalam tubuh secara periodik (satu bulanan atau tiga bulanan). Efek samping KB suntik ini berbeda di setiap orang. Beberapa mengeluh dengan perubahan hormon di dalam tubuhnya. Perubahan hormon itu terlihat dari jerawat yang kerap muncul di wajah, penambahan berat badan, siklus haid yang berantakan, dll. 

2. KB Pil

KB Spiral, Pasang IUD, Jenis KB, Pil KB, KB suntik, IUD lepas, Rasanya pasang IUD, IUD, Pasang IUD setelah melahirkan


KB jenis ini sistemnya adalah diminum setiap hari tanpa boleh lupa satu haripun. Efek samping pil KB di beberapa orang adalah timbulnya jerawat dan penambahan berat badan. Sedangkan efek samping di aku sendiri, membuat badan semakin kurus.

3. IUD (Intra Uterine Device)

Lain halnya dengan pil KB yang harus selalu diingat setiap hari, penggunakan IUD ini tidak perlu diingat setiap hari. Sistemnya adalah di pasang ke dalam rahim melalui organ intim.

 

Hal yang Harus Dihindari


Berbagai sumber mengatakan jika IUD adalah alat KB yang paling ampuh. Karena jangka waktu pemakaian yang relatif lama sehingga tidak perlu takut kelupaan. Jika suntik, kita harus terus mengingatnya karena harus kembali disuntik secara periodik. Begitu juga dengan pil yang harus selalu diingat setiap hari.

Tapi aku nggak pernah memilih menggunakan IUD karena takut. Takut dengan proses pemasangannya dan bayangan-bayangan lain yang menakutkan.

Menghindari kesalahan dengan pilihan KB yang aku gunakan, akhirnya setelah melahirkan anak kedua, aku putuskan untuk menggunakan IUD. Dengan harapan nggak akan ada lagi kejadian kebobolan.

Seluruh keberanian aku tanam dalam pikiran supaya niat untuk menggunakan IUD nggak akan hilang lagi. FIGHTING!!!!

Setelah melewati proses melahirkan anak kedua secara VBAC (Vaginal Birth After Caesar), langsung terlintas dipikiran aku untuk sekalian pasang IUD. Toh setelah VBAC, bagian intim pun sudah di "utak-atik". Jadi sekalian ajalah rasa sakitnya, pikirku saat itu. Setelah konsultasi dengan Obgyn, akhirnya dipasang lah itu IUD. Aku agak lupa, pemasangan IUD dilakukan langsung setelah VBAC hari itu juga atau menunggu beberapa hari. Yang jelas, ketika aku keluar RS, IUD sudah terpasang.

Semua berjalan lancar. Harapan aku setelah melahirkan secara VBAC adalah aku langsung bisa bebas berjalan kesana kemari, bebas bersin dan batuk tanpa khawatir perut sakit. Karena pengalaman setelah caesar di anak pertama, dimana jalan masih tergopoh-gopoh nahan sakit, batuk dan bersin yang harus setengah ditahan supaya perut nggak sakit, membuat aku bertekad ingin melahirkan secara normal dan langsung berjalan tanpa hambatan.

Tapi ternyata hal itu nggak aku rasakan. Aku masih kesulitan berjalan secara normal. Karena rasa nyeri di bagian intim. Aku pikir, mungkin efek di setiap orang berbeda. mungkin orang lain bisa langsung lari setelah melahirkan normal, tapi nggak berlaku di aku. Hingga tiba saatnya aku keluar RS. 

Sampai dengan akikahan anak kedua, jalan aku masih belum bisa normal juga. Masih sedikit terseok-seok karena ya itu tadi, rasa nyeri di bagian intim. Dan ditambah ada rasa "sesuatu yang mengganjal" di bagian intim. Masih think positif lah ya. Puncaknya adalah ketika aku buang air kecil dan membersihkan bagian intim, terasa ada benang yang sedikit keluar. Aku pikir mungkin sisa benang jahitan belum diputus habis. Tapi lama kelamaan semakin nggak nyaman, karena semakin nyeri di bawa berjalan.

Akhirnya ketika kontrol pertama kali ke obgyn setelah melahirkan, ketahuan lah kalau ternyata IUD aku sudah merosot. Merosot dari tempatnya. Jadi benang yang aku rasakan saat membasuh bagian intim adalah benang IUD. Dan "sesuatu yang mengganjal" yang aku rasakan adalah IUDnya. Waahh langsung panik aku. Panik karena dokter bilang IUD nya harus dilepas dan harus diganti. Itu kaaann yang paling aku takutin. Pasang IUD. Itu yang paling aku hindari. Makanya aku putuskan untuk pasang IUD segera setelah proses melahirkan supaya nggak terlalu terasa sakit.

Tapi ya mau gimana lagi. Memang posisinya sudah nggak dimana seharusnya dan membuat aku nggak nyaman. Jadilah terpaksa hari itu juga di lepas dan di pasang baru. 

Di awal aku request untuk pasang IUD segera setelah VBAC, dokter sudah mengingatkan kalau hal ini bisa berhasil dan bisa juga tidak. Dari 100% perempuan yang melakukan hal ini, 10% diantaranya gagal. Karena trauma kebobolan dan ketakutan pasang IUD, akhirnya aku tetap mengiyakan pasang IUD segera setelah VBAC meskipun dokter sudah menjelaskan kemungkinan-kemungkinannya. Dan ternyata aku termasuk dalam 10% yang gagal. 

Setelah IUD dilepas dan dipasang baru, aku mulai bisa berjalan secara normal layaknya orang yang habis melahirkan normal. Yeeaaayyy finally...

Jadi untuk kamu yang memutuskan pasang IUD, hindari pemasangan IUD segera setelah proses melahirkan ya. Karena hal ini bisa saja gagal seperti aku. Yaaa walaupun tingkat keberhasilannya 90%, tapi kan nggak nyaman kalau harus merasakan seperti aku. 

Menurut penjelasan dokter, kegagalan ini karena proses kontraksi yang masih berlangsung setelah melahirkan. Setiap orang memiliki tingkat kontraksi yang berbeda. Untuk kasus aku, ternyata tingkat kontraksi cukup tinggi. Sehingga IUD yang sudah terpasang lepas dari orbitnya.

Punya cerita tentang IUD? yuk berbagi di comment. Karena bulan agustus nanti jadwalnya aku ganti IUD nih. Masih berasa takut dan ngeri-ngeri sedap menghadapi bulan Agustus nanti.


 

You Might Also Like

38 comments

  1. Tos dlu yuk mbak,sama2 kebobolan wkt anak pertama blom 2th, wkt itu aq cm pake KB tendang n kondom aja. Rasanya tau hamil yg tdk diharapkan itu bnran rasanya mau runtuh ni dunia.. Smpt jg kepikiran menggugurkan kandungan.. Tp alhamdulillah ttp saya pertahankan..
    Sama, aq jg ngeri2 sedep mbayangin mo pake IUD tp stlh lahiran aq mantap pake IUD, aq pakenya stlh caesar, lgsg wkt hbs bayinya dikeluarkan, alhamdulillah berhasil n minim keluhan �� anak keduanya skrg sdh umur brp mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss...
      Berarti mba anne termasuk yg 90% berhasil ya mba. Lucky u mba...
      Aku takut nih agustus nanti jadwalnya ganti.
      Anak keduaku skrg 4,5thn mba.

      Hapus
  2. Positif thinking aja mbak.. �� aq doain rasanya cm kya digigit semut aja ya..hehe.. katanya hrs pas msh dtg bln hari ke 3 ato 4 gtu ya mbak biar g terlalu skt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang bilang gitu sih mba. Tapi aku ngebayanginnya masa iya ya pas lagi gak bersih gitu di pasangnya. Diliatnya kan gimanaaa gitu

      Hapus
  3. Subhanallah mba.. Aku ngilu bacanya..
    Perempuan emang makhkuk kuat ya..
    Semangat mba..

    hai-ariani.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas nulis ini pun jadi kebayang ngilu waktu lepas pasangnya mba 😖

      Hapus
  4. Belum ber kb mbaak :) belum punya anak soalnya :)

    BalasHapus
  5. aku pake iud dari dulu mba... krn pernah kebobolan juga wkwkwkwkw... awalnya aku cuma mau punya anak 1... makanya pas dpt anak kedua, sama kayak kamu, aku nangis dan marah banget ama suami :( . padahl jarak anak pertama dan kedua itu 3.5 thn, seharusnya pas.. tapi krn dasarnya ga pgn punya, yg ada aku kayak ga bisa terima... honestly, aku jg prnh niat utk gugurin :(.. untung kmudian lgs sadar.. nah, krn aku cesar, aku udh bilang ama dokterku, lgs pasang IUD saat itu juga..

    aku ga tau tuh mbak, apa si dokter masang IUD lewat vagina, ato lgs masang pas perut masih dibelek :D, secara yaaa, selesai operasi dokter bilang IUD udh kepasang.. dan krn bius msh terasa, aku ga ngerasa apa2 saat dipasang itu.. apalagi kan bagian depanku ditutup kain.. jd ga tau juga dokter masangnya dr mana ;p.. sampe skr, aku ga ada pengalaman jelek sih make iud ini.. pas berhubungan jg msh nyaman.. aku kontrol trakhir, dan dokter meriksa nya juga lwt USG, jd ga dibelek2 dari vagina ;p... dia bilang msh terpasang dgn rapi :D.. tahun depan aku kontrol lagi nih.. pokoknya, g bakal mau dilepas... jgn sampe deh kebobolan ketiga :D.. Aku bisa nekad kali ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mba sekali pasang langsung klop gak pake acara lepas. Aku juga mba pas kontrol iud, di usg. Cuma karena gak terdeteksi posisinya pas usg, akhirnya periksa dalem. Letauan deh...

      Hahaha aku juga gak bakal ngelepas iud nya mba. Cukup dua aja.

      Hapus
  6. Saya masih bingung mau pakai kb apa setelah melahirkan anak pertama kemarin. Lucunya beberapa teman yang ditanyain rata-rata malah ga pakai kb. Heu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Temenku juga ada mba yg gak pake KB apa2. Dan sejauh ini (skrg anaknya hampir 7thn), gak pernah bobol. Klo aku gak berani mba. Mengingat kebobolan yg lalu. Kayanya sekali colek lgsg jadi. Hehehe

      Hapus
  7. nah itulah kelemahan IUD yg sekarang karena ukurannay semua sama. Dulu aku pakai spiral dg ukuran yg disesuaikan dg ukuran rahim shg gak pernah keluar lagi. Sekarang model saya yg bahannay dari karet sudah gak ada lagi. dan aku aman2 saja sampai dilepas saat sdh menopouse. Kaalu yg skrg krn ukuran sama shg kalau ukuran rahimnya lbh besar maka suka melorot kalau rahimnya ukuran kecil jadi sakit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooooo dulu tuh ada yg dari karet ya mba? Baru tau. Iya lah ya enak klo bisa diseauaikan dengan ukuran rahim. Karena kan ukuran rahim setiap orang berbeda. Itu, yg karet, gak ada masanya ya mba? Maksudnya sekali pasang bisa sampe menopouse?

      Hapus
  8. emang gitu ya mbak.. klo blm siap hamil, sedihnya sama aja deh, hehe..

    klo aku, sampe skrg gak KB, krn gak cocok yg hormonal, kaya mau pingsan mulu, sdgkn yg IUD aku takuuut :D.. alhamdulillah selama ini suami aja yg "dipaksa" KB xixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah hebat bisa berhasil pake kb suami. Aku kmrn pernah nyoba kb suami barengan sama kb pil. Tapi ternyata gak berhasil.

      Hapus
  9. katanya mau lepas IUD itu sakit, bener nggak sih mba?

    BalasHapus
  10. Iparku pakai IUD dan kebobolan padahal babynya masih 1 tahun. Wah, seluruh keluarga heboh, huahahaha, kocak :p

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Adakah pengaruhnya bagi suami ya Mbak?
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. So far nggak ada keluhan dari suami sih mba

      Hapus
  13. Aku belum berani pakai hehehe, blm dpt hidayah buat pakai IUD #eeehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe... akupun terpaksa karena kebobolan mba. Gak sanggup klo harus kebobolan lagi.

      Hapus
  14. Balasan
    1. Hehehe untuk istri atau calon istri nanti mas :)

      Hapus
  15. Aku juga aku juga, pasang IUD abis kebobolan anak kedua *tos dulu lah kitaaaa* Mbak Wian masih mending jaraknya lumayan jauh anak-anaknya, aku hamil lagi pas anak pertama baru 3 bulan. Nggak perlu dibayangkan gimana repotnya pas anak kedua lahir dan anak pertama belom bisa jalan. Repotnya sampe rasanya kaki aku ga bisa napak ke bumi, melayang-layang aja udah di udara. Huahahaaa.

    Alhamdulillah nggak ada masalah juga sih pas pasang IUD. Aku juga pernah nulis di blog, drama pas pasang IUD adalah ngadepin bidan galak di puskesmas demi pasang IUD gratis. Hihihihiii. Sampe sekarang masih aman walaupun kadang deg-degan kalo haid ga lancar. Heheheee. Makasi sharingnya ya mbaaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbaaaaa ya ampuunnn kebayang banget tuh gimana rempongnya. Kalau aku jadi kamu, mungkin aku cuma bisa nangis di pojokan aja deh.

      *Tossss sama juga klo pas lagi nggak lancar haid nya, pasti deg-deg an takun bobol lagi. Hahahaha...

      Hapus
  16. Aku belum nikah, jadi tau mengenai KB deh hehe. Makasih sharenya ya Mba, bermanfaat sekali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bekal untuk nanti ketika sudah menikah mba :)

      Hapus
  17. Aku takut duluan liat bentuknya mbak...
    Dulu aku pke pil. Tp jdnya ngantukan sama gemukan.. Trus stop. Sekarang suami aja yang KB..😀😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ak masih trauma mba pake kb suami..

      Hapus
  18. Aku nggak pakai KB, mba. Tapi beberapa teman yang pakai IUD dan cocok mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mba klo cocok. Aku masih agak2 ngilu soalnya

      Hapus
  19. wah, aku nyimak komen satu2, bermanfaat banget mbak buat bekalku nanti, doain lah segera nyusulpunya debay yah^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin ya Allah... insyaAllah mba debaynya segera hadir :)

      Hapus
  20. saya lepas IUD dg niat punya anak lagi. anak pertama dan kedua selisih 14 bulan. setelah anak kedua umur 6 bln sy pake IUD.

    baik aja sih pas masangnya cuma kayak cekrek gt. tp tegaaang bgt sampe dokternya ketawa. "sakit ga?" saya cm bales ketawa sambil geleng.

    nha pas mau diambil, mmg pas habis jatahnya 5 tahun, saya ke bidan krn udah pindah ke kota lain. eee diobok-obok ga ketemu mbak. rasanya? yaaa gitu deh.

    sama bidan disuruh usg dulu atau lgsg ke dokter. ya udah sy ke dokter. agak susah jg ngambilnya krn ternyata talinya dipotong pendek sm dokter sebelumnya. oalaaah...

    cm mmg slm pakai ga ada keluhan. kan ada tuh yg talinya keluar dan melukai suami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaaaaa jadi ngebayangin.Beberapa bulan lagi nih Mba..
      Tapi kok bisa ya sampe kependekan gitu motong benangnya.. waktu kemaren lepas IUD, ke dokternya pas lagi haid gak Mba? soalnya pernah baca klo pasang/lepas IUD itu idelanya pas lagi haid. Jadi gak terlalu sakit.

      Hapus

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu ya.. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup ya. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete ya.

Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tweet

Instagram

Pengikut

Back to Top