Storytelling Festival

Sunday, January 24, 2016

Hari Minggu tanggal 11 Oktober kemarin, aku ngajak krucils ke eventnya BooksTech (Books, Storytelling, Technology). BooksTech ini adalah festival dongen internasional pertama di Indonesia. Acaranya sendiri di adain di Perpustakaan Taman Ismail Marzuki.


Ini adalah kali kedua aku menginjakkan kaki di perpustakaan TIM. Terakhir ke TIM itu jaman SMP, diajak Ibu Bapak ke Planetarium. Tadinya setelah acara, mau ajak krucils ke planetarium juga. Dilalah ternyata palnetariumnya itu udah tutup ya? (Baru tau).

Dan ternyata ya, perpustakaan TIM itu keren banget (gak seperti bayangan aku). Ada playground untuk anak-anaknya, yang buat anak-anak betah. Apalagi untuk anak-anak yang baru pertama kali ke perpustakaan kaya Anel Dasha. Mereka jadi kenal kalau perpustakaan itu menyenangkan.



Anyway, balik lagi ke eventnya BooksTech.
Tujuan diadakannya event ini (yang juga jadi tujuan aku ngajak krucils kesini) adalah :
1. Menumbuhkan kecintaan membaca sejak usia dini.
2. Menumbuhkan kesadaran aku sebagai orang tua untuk mencerahkan masa depan anak-anak melalui buku-buku.
3. Mengajak anak-anak untuk mencintai kegiatan membaca buku dan menjadikan kegiatan membaca buku menjadi salah satu bagian dari aktivitas bermain mereka.
4. Meningkatkan kedekatan antara orangtua dan anak melalui buku dan dongeng.

Sejujurnya, waktu aku untuk ngedongengin anak-anak melalui buku, bisa dihitung dengan jari. Dulu waktu Anel masih di dalam perut, justru aku jauh lebih rutin (setiap malam) ngedongengin Anel di dalam perut. Tapi begitu Anel lahir, kegiatan mendongeng malah berkurang. Dengan ikut acara ini, aku berniat supaya kegiatan ngedongengin anak-anak akan semakin rutin (insyaAllah).

Acaranya berlangusng selama 2 hari (hari sabtu dan hari minggu) yang dimulai jam 9 pagi. Acaranya sendiri ada macem-macem, kaya storytelling, talkshow dan workshop dan juga fun activities for kids (art & craft, tech corner, reading & coloring,...).


Untuk storytellernya kita bisa pilih. Jadi setiap sesi ada 3 orang storyteller yang berbeda (setiap hari ada 3 sesi pembacaan dongeng). Kita tinggal atur deh tuh mau denger storytelling yang mana.



Kalau aku sendiri, datang di hari minggu. Lupa siapa nama storytellernya. Tapi emang ya beda kalau yang dongengin adalah orang-orang yang emang ahli di bidang itu. Suaranya, intonasinya, gesturenya, semuanya bisa bawa kita sebagai pendengar larut di dalam ceritanya. Bisa bayangin dong ya gimana reaksi anak-anak? melongoooo....   
Pengen deh bisa ngedongeng kaya gitu.






Inget banget dulu, ibu sering ngedongengin aku sama adek aku sebelum tidur. Dan semua dongengnya ibu masih aku inget sampe sekarang. Aku juga pengen Anel Dasha punya memori itu.

Ayo kita lestarikan budaya mendongeng. Karena dengan mendongeng, kita bisa menstimulus imajinasi anak.

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete.

Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tweet

iBlogmarket

IBX59815A3F85DAF

Instagram

Followers

Back to Top