Cerita IUD

Setelah kasus "bobol" adek dasha setelah melahirkan Anel, akhirnya memberanikan diri pasang IUD.

Jadi ceritanya setelah melahirkan anel, aku gak berani pasang IUD. Akhirnya pake pil KB yang harus diminum secara rutin. Kalau kelewat sehari aja, harus ngulang lagi dari awal. Sistem pil KB ini lumayan berhasil sampai ketika menyadari kalau badan ini semakin kurus. Menurut ibu mungkin karena efek pil KB nya. Yo wis coba stop dulu pil KBnya. Karena asli badan kuruuss bgt. Stlh stop pil KB, pake sistem KB suami alias "buang luar". Dilalah gak tau gimana caranya kok ya tembus juga. Jadilah adek dasha muncul.

Gak mau dong ya hal yang sama keulang lagi. Jadi memutuskan langsung pasang IUD setelah adek dasha lahir dengan pertimbangan biar sekalian sakitnya. Bener-bener langsung setelah proses melahirkan adek dasha secara normal.

Naahhh adek dasha kan melahirkan (Alhamdulillah) normal tuh, dimana kata banyak orang melahirkan normal itu gak akan berasa apa-apa setelah melahirkan. Lah kok ya gak berlaku buat aku (waktu itu). Setelah keluar dari RS, masih berasa banget gak enaknya di bagian bawah. Terutama kalau jalan dan duduk. Berasa ada yg nusuk. Ketika buang air kecil pun berasa ada benangnya (bener-bener berasa benangnya sampe bisa kepegang). Awalnya aku pikir itu benang sisa jaitan. Kontrol lah ke Dsog. Di usg, ternyata IUD nya gak ketangkep (nah loohh!!!). Periksa dalem. Daaaannnn ternyata IUD nya turun dari rahim. Menurut dokter ini karena pengaruh rahim yang masih kontraksi. Padahal sebelum melahirkan aku udah konsul tentang pasang IUD langsung setelah proses melahirkan. Kata dokter bisa aja. Karena dari 100%, hanya ada 10% yang gagal. Kurang beruntungnya, aku termasuk dalam 10% yang gagal. Jadilah itu IUD di lepas dan di pasang lagi. Fiuuuhhhh....

Setelah beberapa bulan dan waktunya kontrol IUD, ternyata posisinya miring! Dokter bilang sih karena posisi "berhubungan". Ealaaahhhh ada aja siiihhh yaaaa. Di copot lagi lah IUDnya dan di pasang lagi. Ampuuunnn sempet trauma sebenernya. Tapiii daripada bobol lagi. 

Alhamdulillah sampai sekarang gak ada keluhan apa-apa lagi (mudah-mudahan gak akan ada). Tinggal nunggu jadwal kontrol IUD setelah 4tahun. Jadi total copot pasang IUDnya udah 2 kali.

Postingan ini bukan untuk nakut-nakutin ya. Cuma sharing aja. Jadi menurut aku sih better pasang IUD nya gak langsung setelah melahirkan. 

No comments

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete.

Terima Kasih