Kelas Edukasi AIMI : Breastfeeding for Working Mom

Senin, Maret 01, 2010

Berhubung gw ini newly mom to be yang masih agak2 buta sama masalah perASI-an, jadilah sabtu kemaren ikutan kelas edukasinya AIMI ini. Pertama tau ada kelas ini dari jeung Anggi. Dan kita kesana sama2 bawa suami. Sebelumnya hubby agak males diajak ikutan kelas edukasi ini. Tapi ternyata begitu di sana, dia enjoy aja. Malahan di mobil begitu selesai kelas edukasi, dia yang paling paham ngulas semua materi yg disampein.. Proud of you darlin'..

Jadi di kelas ini kita diajarin ttg berbagai hal mengenai pemberian ASI oleh ibu yang bekerja. Dari mulai hak2 kita sebagai working mom untuk bisa dapet waktu yang fleksibel untuk memerah ASI sampe cara penyimpanan ASI.

Dan ternyata banyak loh undang-undang yang sangat mendukung para working moms untuk memberikasi ASI kepada bayinya. Tapi maaf, gw gak inget apa aja undang2nya. Ya intinya kita berhak memiliki waktu senggang di kantor untuk memerah ASI.


KIta juga diajarin tentang hal2 yang sangat berpengaruh terhadap banyak tidaknya ASI. banyak tidaknya ASI TIDAK berhubungan dengan besar kecilnya payudara dan juga TIDAK berhubungan dengan sudah keluarnya ASI/kolostrum pada saat kehamilan. Jadi jangan khawatir untuk para ibu yang merasa khawatir karena bentuk payudara yang kecil atau khawatir karena sampe usia kandungan 8 atau 9 bulan, payudara belum mengeluarkan ASI/kolostrum. Karena ASI itu SANGAT berhubungan dengan pikiran kita. Itulah kenapa banyak orang bilang kita harus PD, tenang dan senang saat memberikan atau memerah ASI. Karena faktor2 itulah yang merangsang hormon dalam payudara utk memproduksi ASI (hormon oksitosin).

Faktor suami sangatlah penting dalam hal ini. Karena dengan bantuan suami, kita bisa lebih merasa rileks, tenang dan senang. Sebagai contoh, suami bisa membantu istri menggantikan popok baby atau membantu istri mengurus baby. Sehingga istri merasa senang karena suami iku andil dalam mengurus si buah hati dan secara tidak langsung meringankan beban si ibu. Di kelas itu juga diajarkan kepada para suami teknik2 memijat punggung istri untuk melancarkan ASI. Pijatan ini gunanya untuk membuat seluruh otot si ibu relaks yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI. Tips saat memerah yang diberikan di kelas ini antara lain, kita bisa membawa foto baby atau baju baby untuk meningkatkan rasa happy kita saat memerah. Dan insyaAllah ASI kita akan berlimpah.


Dijelaskan bahwa payudara itu BUKAN GUDANG ASI. Yang artinya payudara tidak menyetok ASI tapi memproduksi ASI saat ada permintaan. Kalau tidak ada permintaan, maka payudara tidak akan memproduksi ASI. Itulah kenapa kita harus sering2 memerah dan menyusui bayi kita. Bahkan saat setelah melahirkan nanti. Bisanya kan ASI gak langsung keluar. Jangan biarkan siapapun memberikan selain ASI ke bayi kita. Kita harus terus memberikan ASI langsung dari payudara kita meskipun sebernya ASI belum keluar. Karena dengan terus memberikan payudara kita ke bayi, maka perlahan tapi pasti, payudara akan mulai memproduksi ASI.

Pemberian ASI eksklusif sebaiknya mencapai 2 tahun. 6 bulan pertama hanya ASI yang kita berikan kepada bayi. 6 bulan berikutnya ASI + MPASI (makanan pendukung ASI). Perlu diingat disini, walaupun di 6 bulan kedua kita dibolehkan memberikan MPASI, bukan berarti kita menghentikan pemberian ASI. ASI HARUS tetap diberikan.

Para moms pasti pernah dneger kan ya klo bayi itu harus dikasih ASI 2 jam sekali. Dimana kalau di saat 2 jam bayi masih tertidur, maka kita harus bangunin bayi untuk menyuruh dia nyusu. Gw juga sering bgt denger pernyataan itu dan sudah direkam oleh otak gw klo nanti setiap 2 jam sekali, gw harus bangunin kakak untuk menyusu. Tapi di kelas ini dijelaskan bahwa kita memberikan ASI saat bayi meminta saja. Jadi gak perlu di jam-jamin pemberian ASInya. Klo bayi belum meminta tapi payudara sudah terasa penuh, maka kita bisa memerahnya terlebih dahulu sebelum memberikannya kepa bayi. JANGAN memeberikan payudara yang terasa penuh utk menyusui bayi. Lebih baik diperah dulu baru biarkan bayi menyusu. Karena biasanya payudara yang penuh akan terasa sakit saat disusuin.

Satu lagi yang harus ditanamkan adalah, payudara harus selalu dalam keadaan kosong. Entah itu diperah atau diberikan pada bayi.
Cara memerah ASI bisa dilakukan dalam 2 cara, menggunakan tangan dan menggunakan breast pump. Dua2nya sama2 baik. Perbedaannya adalah, dengan tangan kita bisa merasakan bagian aerola yang bergerenjel dan disitulah kita bisa memijatnya utk mengeluarkan ASI. Klo dengan brest pump kan gak bisa ya ngerasin grenjelan itu. Tapi akan lbh praktis memrah menggunakan breast pump saat di kantor. Dan gw lebih prefer pake breast pump saat di kantor dwong.. :)

Di kelas ini kita juga diajarkan memerah dengan tangan. Bahkan bisa liat secara langsung memerah menggunakan tangan loh :). Soalnya mbak konselornya juga ada yang busui. Jadi dia sekalian meragain deh..


Cara penyimpanan ASIP juga dijelaskan dengan gamblang. Yang tadinya gw masih bingung, ALhamdulillah dapet pencerahan disini. Cara penyimpanan ASI yang gw inget :
  1. Setelah kita memerah di kantor, sebaiknya botol ASIP jangan langsung di simpan di freezer. Tapi simpan di kulkas bagian bawah tapi di bagian paling dalamnya. Setelah jam pulang kantor, baru kita pindahkan ke cooler bag dan sesampainya di rumah, baru kita simpan di freezer. Hal ini dimaksudkan agar ASIP tidak mengalami perubahan suhu yang drastis. Klo kata konselornya, perubahan suhu harus bertahap. Jadi gak dari freezer (suhu tinggi) ke cooler bag (suhu lbh rendah) kemudian freezer lagi (kembali ke suhu tinggi).
  2. Jangan lupa saat memasukan botol ASIP ke kulkas, diberi label kapan memerahnya. Dan gunakan sistem FIFO (first in first out). Artinya ASIP yang lebih dulu diperahlah yang terlebih dulu di konsumsi.
  3. Saat kita mulai bekerja, sebaiknya ASIP yang sudah kita simpan di freezer rumah, diturunkan dulu ke kulkas bawah (ambil beberapa botol yang kira2 cukup untuk konsumsi bayi selama kita tinggal ke kantor). Saat bayi haus, ambil botol yang sudah kita simpan si kulkas bawah dan hangatkan. O iya, sebaiknya jangan menghangatkan seluruh ASIP yg ada dalam satu botol. Karena klo ASI udah kena liur bayi, maka sisanya harus dibuang. Untuk menghindari hal itu, sebaiknya ASIP yang akan dihangatkan ambil secukupnya aja. Tapi klo memang biasanya porsi bayi satu botol ASIP, ya hangatkan satu botol ASIP aja. Dan cara menghangatkannya TIDAK PERLU di masak diatas kompor. Cukup rendam di dalam air hangat. Dan biasanya kan ASIP itu mecah ya. Maksudnya, jadi ada dua bagian gitu. Jangan dikocok2 kaya biasanya ibu2 ngocok sufor dlm botol ya. Cukup digoyang2 aja.
  4. Pemberian ASIP sebaiknya tidak menggunakan dot (hiks.. padahal udah beli tommee tippee) karena akan mengakibatkan bingung puting. Bingung puting disini maksudnya, klo pake dot kan ASInya gampang keluar ya. Jadi bayi gak perlu ngisep terlalu heboh. Nahhh ketika diberikan ASI lgsg dari payudara, bayi akan menolak karena aliran ASI dari payudara kan gak selancar aliran dari botol. Gak mau dong dia di kasih yang susah, la wong yg gampang aja ada. Jadi sebaiknya diberikan menggunakan botol yg bersendok atau sloki medela. Cara memeberinya juga bukan sendok atau gelasnya yang kita tuang ke mulut bayi. Tapi biarkan bayi yng menghisap. Kita hanya perlu menempelkan ujung sloki atau sendok di bibir bayi.
  5. ASIP yang sudah turun dari freezer ke kulkas bawah sebaiknya habis dalam waktu 24 jam. Jadi gak dinaikkan lagi ke freezer. Untuk itu kita harus bisa ngira2 berapa botol yang dibutuhkan bayi saat kita tinggal kerja.
  6. ASIP hasil perahan pertama dan kedua boleh digabung asal tidak beda suhu. Misalnya perahan pertama kita dapet 20ml dan perahan kedua dapet 10ml, maka boleh digabungkan dalam satu botol ASAL, botol hasil perahan pertama belum masuk kulkas. Klo udah masuk kulkas (berarti kan suhunya udah beda tuh) gak boleh digabung dlm 1 botol.
  7. Untuk menghindari ASI dalam freezer rusak karena pemadaman listrik, sebaiknya ASI di dalam freezer di kelilingi dengan batu es buatan. Bisa plastik yg diisi air dan dibekukan yang di letakkan mengelilingi ASI di dalam freezer. Jadi walaupun listriknya mati, ASI masih dikeliling oleh es batu.
Untuk meningkatkan hormon oksitosin (hormon yang memproduksi ASI), disarankan agar bayi tidur bersama orang tuanya. Karena dengan tidur bersama, maka akan terjadi kontak skin to skin antara ibu dan bayi. Dan pastinya akan meningkatkan pula hormon oksitosin.

Nursing strike atau tiba2 bayi tidak mau menyusu. Disini juga diberikan tips untuk menghadapinya. Sebenernya setiap bayi memiliki treatment yang berbeda dalam hal ini. Salah satu yang bisa ibu lakukan, saat bayi menangis, jangan langsung disusui. Tapi lbh baik ditenangkan dahulu. Ketika sudah tenang, baru disusui.


ASI keluar dengan lancar atau tidak saat disusui, bisa kita lihat dari perilaku bayi saat menyusui. Kalau bayi tertidur saat menyusui, itu berarti ASI kita tidak keluar. Karena pada prinsipnya, klo ada aliran yang masuk ke mulut bayi, bayi akan terus melek. Dan kita juga bisa melihat, apakah bayi hanya sekedar ngempeng atau benar2 menghisap ASI. Hal ini bisa dilihat dari cara dia menelan. Sebenernya faktor yang berpengaruh terhadap keluar tidaknya ASI saat disusui adalah cara pelekatan yang benar. Jika pelekatannya benar, maka ASI akan keluar. Bisanya, cara pelekatan yang benar akan diajarkan pada kelas laktasi. DI AIMI juga ada sebenernya, tapi gw gak ikutan krn gw pikir akan gw dapet di kelas laktasi nanti.


Kurang lebih inilah ilmu yang gw dapet di kelasnya AIMI. Untuk para moms to be, dijamin gak akan nyesel deh ikut kelas AIMI. Karena banyak banget ilmu yang di dapet. Dan jangan lupa ajak suami ya.. supaya mereka bisa 100% mendukung pemberian ASIX. Karena, siapa lagi yang akan mendukung kita kalau bukan suami sendiri...


Selanjutnya gw juga pgn ikut yang sesi Common Problems in Breastfeeding. Cuma berhubung kelas itu adanya di pertengan bulan maret, jadi gw gak boleh ikut sama suami. Selama bulan maret di suruh istirahat dirumah untuk persiapan melahirkan yg insyaAllah akan terjadi di bulan April. Jadi ikut sesi berikutnya, setelah kakak lahir. Jadi bisa tau secara langsung kendala2 apa aja yang dihadapi selama menyusui kakak..

You Might Also Like

6 comments

  1. makanya wian jangan lupa beli botol asip di gw wakakkaa,,, :D

    BalasHapus
  2. Breastfeeding class-nya bagus ya? Diselenggarakan dimana? Thanks ya, Wian.
    -Vani-

    BalasHapus
  3. @Lia
    Huehehehe.. promosi niy... iya deh ntar klo stok di rumah udh abis, aku pesen ke dirimu yah :)

    @Vani
    Bagus say.. nambah pengetahuan buat yang masih buta. Kemaren diadainnya di CIKAL. Coba aja cek websitenya AIMI..

    BalasHapus
  4. asiiiiiiiiiikkkk jangan lupa beli yaa.. pasti kurang ko gw aja ngumpulin 60 botol masih ngerasa deg2an si icha tuuh udah dapet 100 botol :p

    btw darling, itu yang soal pijat punggung yaa buat gw itu ngaruh banget apalagi kalo yang mijet hubby :)

    mudah2an lahirannya lancar yaa..

    BalasHapus
  5. @Lia
    Iya pasti kurang niy stok botol ASIP gw. Kan ceritanya PD ASInya banyak :)

    btw, gw udah punya YM lo blm yah?

    Yg pijat punggung itu ngaruh bgt ke lancarnya ASI yah? Waktu kelas edukasi itu, gw udh ultimatum suami utk rajin2 mijit punggung gw supaya ASInya lancar.Hehe

    BalasHapus
  6. iya dunk pasti banyak asal sabaaaaaaaar ntar gw posting soal itu deh,,

    ym gw liactk@yahoo.com di add aja kayanya sih belum hehe

    iya gw kalo ngerasa produksi ngurang gw suruh laki gw pijit punggung terus tiap mandi gw pijit payudara,, biasanya si alhamdulillah lancaaaaaaar,,,

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca blog ini. Semoga nggak bosen untuk terus mampir kesini..
Silahkan tinggalkan comment. Dan mari saling Blogwalking :)
Oya, komen akan dimoderasi terlebih dahulu ya.. Jadi nggak langsung muncul. Please jangan tinggalin jejak link hidup ya. Jika meninggalkan jejak link hidup, dengan sangat berat hati akan aku delete ya.

Terima Kasih

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tweet

Instagram

Pengikut

Back to Top